Monthly Archives: June 2010

Allah created Adam with His hands

Affirming (Ithbat) the sifat of Yad (Hand) for Allah

حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ نَصْرٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ، حَدَّثَنَا أَبُو حَيَّانَ، عَنْ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي دَعْوَةٍ، فَرُفِعَ إِلَيْهِ الذِّرَاعُ، وَكَانَتْ تُعْجِبُهُ، فَنَهَسَ مِنْهَا نَهْسَةً وَقَالَ ‏”‏ أَنَا سَيِّدُ الْقَوْمِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، هَلْ تَدْرُونَ بِمَنْ يَجْمَعُ اللَّهُ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ فِي صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَيُبْصِرُهُمُ النَّاظِرُ وَيُسْمِعُهُمُ الدَّاعِي، وَتَدْنُو مِنْهُمُ الشَّمْسُ، فَيَقُولُ بَعْضُ النَّاسِ أَلاَ تَرَوْنَ إِلَى مَا أَنْتُمْ فِيهِ، إِلَى مَا بَلَغَكُمْ، أَلاَ تَنْظُرُونَ إِلَى مَنْ يَشْفَعُ لَكُمْ إِلَى رَبِّكُمْ فَيَقُولُ بَعْضُ النَّاسِ أَبُوكُمْ آدَمُ، فَيَأْتُونَهُ فَيَقُولُونَ يَا آدَمُ أَنْتَ أَبُو الْبَشَرِ، خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ وَنَفَخَ فِيكَ مِنْ رُوحِهِ، وَأَمَرَ الْمَلاَئِكَةَ فَسَجَدُوا لَكَ، وَأَسْكَنَكَ الْجَنَّةَ، أَلاَ تَشْفَعُ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلاَ تَرَى مَا نَحْنُ فِيهِ وَمَا بَلَغَنَا فَيَقُولُ رَبِّي غَضِبَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ، وَلاَ يَغْضَبُ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، وَنَهَانِي عَنِ الشَّجَرَةِ فَعَصَيْتُهُ، نَفْسِي نَفْسِي، اذْهَبُوا إِلَى غَيْرِي، اذْهَبُوا إِلَى نُوحٍ‏.‏ فَيَأْتُونَ نُوحًا فَيَقُولُونَ يَا نُوحُ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الأَرْضِ، وَسَمَّاكَ اللَّهُ عَبْدًا شَكُورًا، أَمَا تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ أَلاَ تَرَى إِلَى مَا بَلَغَنَا أَلاَ تَشْفَعُ لَنَا إِلَى رَبِّكَ فَيَقُولُ رَبِّي غَضِبَ الْيَوْمَ غَضَبًا لَمْ يَغْضَبْ قَبْلَهُ مِثْلَهُ، وَلاَ يَغْضَبُ بَعْدَهُ مِثْلَهُ، نَفْسِي نَفْسِي، ائْتُوا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، فَيَأْتُونِي، فَأَسْجُدُ تَحْتَ الْعَرْشِ فَيُقَالُ يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ، وَسَلْ تُعْطَهُ ‏”‏‏.‏ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ لاَ أَحْفَظُ سَائِرَهُ‏.‏

Narrated By Abu Huraira : We were in the company of the Prophet at a banquet and a cooked (mutton) forearm was set before him, and he used to like it. He ate a morsel of it and said, “I will be the chief of all the people on the Day of Resurrection. Do you know how Allah will gather all the first and the last (people) in one level place where an observer will be able to see (all) of them and they will be able to hear the announcer, and the sun will come near to them. Some People will say: Don’t you see, in what condition you are and the state to which you have reached? Why don’t you look for a person who can intercede for you with your Lord? Some people will say: Appeal to your father, Adam.’ They will go to him and say: ‘O Adam! You are the father of all mankind, and Allah created you with His Own Hands, and ordered the angels to prostrate for you, and made you live in Paradise. Will you not intercede for us with your Lord? Don’t you see in what (miserable) state we are, and to what condition we have reached?’ On that Adam will reply, ‘My Lord is so angry as He has never been before and will never be in the future; (besides), He forbade me (to eat from) the tree, but I disobeyed (Him), (I am worried about) myself! Myself! Go to somebody else; go to Noah.’ They will go to Noah and say; ‘O Noah! You are the first amongst the messengers of Allah to the people of the earth, and Allah named you a thankful slave. Don’t you see in what a (miserable) state we are and to what condition we have reached? Will you not intercede for us with your Lord? Noah will reply: ‘Today my Lord has become so angry as he had never been before and will never be in the future Myself! Myself! Go to the Prophet (Muhammad). The people will come to me, and I will prostrate myself underneath Allah’s Throne. Then I will be addressed: ‘O Muhammad! Raise your head; intercede, for your intercession will be accepted, and ask (for anything). for you will be given.”
[saheeh al-bukhari, kitab ahaadeeth al-anbiyaa']
And we do not know how His hands are. But they are what befit Him, the Most Glorified, free from any defects, free from anthromorphism.

Mengapa Nabi Tak Bunuh Munafiqeen?

MENGAPA RASULULLAH

TIDAK MEMBUNUH ORANG MUNAFIK

Oleh: Abdurrahman


Segala puji hanya bagi Alloh, shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam, keluarga dan sahabatnya yang setia sampai hari kiamat, amma ba’du.

Definisi Nifaq

Nifaq secara bahasa berasal dari kata ‘nafiqaa’ yaitu salah satu lubang tempat keluarnya yarbu (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, di mana jika ia dicari dari lubang yang satu maka akan keluar dari lubang yang lain. Di katakan pula, ia berasal dari kata ‘nafaq’ yaitu lubang tempat bersembunyi. (Lihat, An Nihayah, Ibnu Al Atsir, 5/98)

Nifaq menurut syara’ yaitu menampakkan Islam dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dinamakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain. Karena itu Alloh memperingatkan dengan firman-Nya,

Sesungguhnya orang-orang munafik itu mereka adalah orang-orang yang fasiq” (QS. At Taubah:67)

Yaitu mereka adalah orang yang keluar dari syari’at.

Alloh menjadikan orang-orang munafik lebih jelek dari orang-orang kafir. Alloh Ta’ala berfirman,

Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.” (QS. An Nisaa:145)

Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu mengatakan, “Karena itu, di awal surat Al Baqarah, Alloh menyifati orang-orang kafir hanya dengan dua ayat, sedang orang-orang munafik di sifatinya dengan tiga belas ayat.”

Jenis Nifaq

Nifaq ada dua jenis, yaitu Nifaq I’tiqadi dan Nifaq ‘Amali.

1. Nifaq I’tiqadi

Nifaq I’tiqadi (keyakinan) merupakan nifaq besar, dimana pelakunya menampakkan keIslaman, tetapi menyembunyikan kekufuran. Nifaq i’tiqadi adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan.

Nifaq jenis ini ada empat macam, yaitu

  1. Mendustakan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam atau mendustakan sebagian apa yang beliau bawa.
  2. Membenci Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam atau membenci sebagian apa yang beliau bawa.
  3. Merasa gembira dengan kemunduran agama Islam.
  4. Tidak senang dengan kemenangan Islam.

2. Nifaq ‘Amali

Nifaq amali (perbuatan), yaitu melakukan sesuatu yang merupakan perbuatan orang-orang munafiq, tetapi masih ada iman di dalam hati. Nifaq amali ini adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan, bukan dalam hal keyakinan.

Nifaq jenis ini tidak mengeluarkan dari agama, tetapi merupakan wasilah (perantara) kepada yang demikian. Pelakunya berada dalam iman dan nifaq. Lalu jika perbuatannya nifaqnya banyak, maka akan bisa menjadi sebab terjerumusnya dia ke dalam nifaq sesungguhnya.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wassalam bersabda, “Tanda-tanda orang munafiq itu ada tiga; jika berbicara dusta, jika berjanji tidak menepati, dan jika dipercaya khianat.” (Muttafaq ‘Alaih)

Beliau Shallallahu ‘Alaihi wassalam juga bersabda, “Empat perkara, jika ada pada diri seseorang maka ia seorang munafik sejati. Dan jika salah satu dari padanya ada pada seseorang maka ia memiliki satu sifat munafik, sehingga ia meninggalkannya, yaitu: bila berbicara dusta, bila berjanji tidak menepati, jika membuat persetujuan ia khianat dan bila berbantah ia (beragumentasi secara) dusta.” (Muttafaq ‘Alaih)

Perbedaan Antara Nifaq Besar Dengan Nifaq Kecil

Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan menyebutkan empat perbedaan antara nifaq besar (nifaq i’tiqadi) dengan nifaq kecil (nifaq ‘amali) yaitu:

  1. Nifaq besar mengeluarkan pelakunya dari agama, sedangkan nifaq kecil tidak mengeluarkannya dari agama.
  2. Nifaq besar adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal keyakinan, sedangkan nifaq kecil adalah berbedanya yang lahir dengan yang batin dalam hal perbuatan, bukan dalam hal keyakinan.

3. Nifaq besar tidak terjadi dari seorang mukmin, sedangkan nifaq kecil bisa terjadi dari seorang mukmin.

4. Pada galibnya, pelaku nifaq besar tidak bertaubat, seandainya pun bertaubat, maka ada perbedaan pendapat tentang diterimanya taubatnya di hadapan hakim. lain halnya dengan nifaq kecil, pelakunya terkadang bertaubat kepada Alloh, sehingga Alloh menerima taubatnya.

Mengapa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam Tidak Membunuh Orang-Orang Munafik?

Setidaknya ada empat hikmah mengenai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam menahan diri tidak membunuh orang-orang munafik (dalam hal ini mereka yang memiliki jenis nifaq i’tiqadi), padahal beliau mengetahui sendiri tokoh-tokoh mereka itu. Berikut adalah diantara hikmahnya:

1. Agar jangan sampai ada yang mengatakan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wassalam membunuh sahabatnya sehingga menimbulkan fitnah.

Disebutkan dalam kitab Shahih Al Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam pernah mengatakan kepada Umar bin Khaththab radhiallahu ‘ahu: “Aku tidak suka kalau nanti bangsa Arab ini memperbincangkan, bahwa Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya.”

Artinya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wassalam mengkhawatirkan terjadinya perubahan pada banyak orang Arab untuk masuk Islam, karena mereka tidak mengetahui hikmah dari pembunuhan tersebut. Padahal pembunuhan yang beliau lakukan terhadap orang munafik itu karena kekufuran. Sedang mereka hanya melihat pada yang mereka saksikan, lalu mereka mengatakan, “Muhammad telah membunuh sahabat-sahabatnya.”

2. Sebagai pelajaran bagi seorang penegak hukum agar tidak memutuskan perkara dengan pengetahuannya semata, namun membutuhkan saksi-saksi yang menguatkan.

Sebagaimana yang dikatakan Imam Malik : “Sebenarnya Rasulullah menahan diri tidak membunuh orang-orang munafik itu dimaksudkan untuk menjelaskan kepada umatnya bahwa seorang hakim tidak boleh memutuskan berdasarkan pengetahuannya semata.”

Al-Qurthubi mengatakan bahwa para ulama telah sepakat bahwa seorang hakim tidak boleh memutuskan suatu perkara berdasarkan pengetahuannya semata, meskipun mereka berbeda pendapat mengenai hukum-hukum lainnya.

3. Sebagai dalil bahwasanya yang dinilai adalah zhahir (yang nampak), adapun batinnya adalah urursan Alloh Ta’ala.

Imam asy-Syafi’i mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam menahan diri tidak membunuh orang-orang munafik atas tindakan mereka menampakkan keislaman, meskipun beliau mengetahui kemunafikan mereka itu, karena apa yang mereka tampakkan itu mengalahkan apa yang sebelumnya (kemunafikan).

Pendapat tersebut diperkuat dengan sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam dalam sebuah hadits yang terdapat di dalam kitab Shahih Bukhari dan Muslim:

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Alloh dan Muhammad adalah Rasul Alloh. Apabila mereka mengatakannya, maka darah dan harta kekayaan mereka mendapat perlindungan dariku kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka berada di tangan Alloh.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Artinya, barangsiapa telah mengucapkan kalimat “Laa ilaha Illallaah” itu, maka berlaku baginya secara zhahir seluruh hukum Islam, dan jika ia meyakininya, ia akan mendapat pahala di akhirat kelak. Dan jika ia tidak meyakininya, maka tidak akan mendapatkan manfaat baginya (di akhirat nanti) perlakukan hukum terhadapnya di dunia. Adapun keadaan mereka yaitu bercampur baur dengan orang-orang yang beriman, sebagaimana Alloh Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata: ‘Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?’ mereka menjawab: ‘Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Alloh..’” (QS. Al Hadid:14)

Maksudnya, mereka bersama-sama dengan orang-orang mukmin di beberapa tempat di padang mahsyar, dan jika hari yang telah ditetapkan Alloh itu tiba, maka perbedaan mereka tampak jelas dan akan terpisah dari orang-orang mukmin. Alloh Ta’ala berfirman, “Dan dihalangi antara mereka dan apa yang mereka inginkan…” (QS. Saba’:54)

4. Keberadaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam, menjadikan orang munafik tidak dapat berbuat apa-apa.

Di antaranya adalah apa yang dikatakan sebagian ulama, bahwa Nabi tidak membunuh orang-orang munafik itu, karena kejahatan mereka tidak dikhawatirkan dan disebabkan keberadaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wassalam di tengah-tengah mereka, beliau membacakan ayat-ayat Alloh yang memberikan penjelasan. Adapun setelah beliau wafat, mereka dibunuh jika mereka menampakkan kemunafikkannya dan hal itu diketahui oleh umat Islam.

Imam Malik mengatakan: “Orang munafik pada masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wassalam adalah zindiq pada hari ini.”

Mengenai hal itu Ibnu Katsir berkata, para ulama telah berbeda pendapat mengenai pembunuhan terhadap zindiq. Jika ia menampakkan kekufuran, apakah ia harus diminta bertaubat atau tidak, atau apakah harus dibedakan antara penyeru (kepada kezindikkannya) atau tidak, atau apakah kemurtadan berulang-ulang pada dirinya atau tidak? Ataukah ke-Islaman serta keluarnya dari Islam karena kemauan sendiri atau dipengaruhi orang lain? Mengenai hal ini terdapat beberapa pendapat yang menjelaskan dan penetapannya sudah diberikan dalam kitab-kitab fiqih.

Daftar Rujukan:

Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman bin Ishaq Al Sheikh. 2003. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1. Terjemahan oleh Abdul Ghaffar, Bogor: Pustaka Imam Asy Syafi’i

Muhammad bin Jamil Zainu. 2003. Jalan Golongan yang Selamat. Terjemahan oleh Ainul Harits Umar Arifin Thayib. Jakarta: Yayasan Al Sofwa

Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan. 2002. Kitab Tauhid 3. Terjemahan oleh Ainul Haris Arifin. Jakarta: Darul Haq.

Yazid bin Abdul Qadir jawas. 2005. Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Bogor: Pustaka At Taqwa

Dikutip dari Buletin Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khotimah Malang Edisi-50, 3 Shafar 1429H/10 Februari 2008, Penasehat: Ustadz Abdullah Shaleh al Hadromi.


hasan al-saqaf pula disayurkan oleh sheikh al-dimashqiyyah


ahli kalam disayurkan oleh sheikh salem al-taweel


bersangka baik

maybe the last advice by sheikh ayman khaled for the multaqa members:

Last advice, something that I observed and realized that this has become widespread, it seems we all Muslims do not feel strong unless we find a shortcoming in our Muslims fellows. Good assumption in others do not exist in others minds and we are quick to judge and we seem to forget that what unite us is stronger than what make us apart. Speaking of this, I recall reading once a story from the Salaf: when he was rich all his friends used to spend the days with him but he became poor all his friends left him and avoided him. His wife blamed him for choosing such friends and told him: look how they left you when you had nothing, he replied: By Allah, I have not seen more loyal friends than them. Did not you see that they stopped visiting me and they avoid me so that they avoid reminding me of my poverty!!

I hope we all can reach this level of good assumption as that is the only way to soften one’s heart towards his muslims fellows.

Barak Allahu feekum


shed a tear

hari ini aku dapat tahu ustaz aku, ustaz azzahari murad kena tahan bersama beberapa org lain kerana dituduh pengganas. sedih gak, he is a very nice man.

semoga Allah sentiasa membantunya, dan memberi kesabaran dan ketabahan buatnya dah ahli keluarganya, memudahkan urusan mereka, dan melapangkan kesempitan mereka. Allahumma ameen.


تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى

تَزَوَّدْ مِنَ التَّقْوَى فَإِنَّكَ لا تَدْرِي *** إِذَا جَنَّ لَيْلٌ هَلْ تَعِيْشُ إلى الفَجْـرِ

Take taqwa as your provision, for you do not know

When the night darkens, will you live until fajr?

فَكَـمْ مَنْ فَتىً أَمْسَى وأصْبَحَ ضَاحِكاً *** وقَدْ نُسِجَتْ أَكَفَانُهُ وهُوَ لا يَـدْرِي

For how many of a youth laughs by morning and evening
And his shrouds (kain kafan) have been weaved, and he does not know.

وكَمْ مِنْ صِغَارٍ يَرْتَجِى لَهُمْ طُولَ العُمْر *** وقَدْ أُدْخِلَتْ أَجْسَادُهُمْ ظُلْمَةَ القَبْـرِ

And how many of young ones are expected to live long

When their bodies have actually entered the darkness of of the grave

وكَـمْ مِن عَرُوسٍ زَيَّنُوهَا لِعرسِـهَا *** وقد قُبِضَتْ أرْوَاحُهُم لَيْلَـةَ القَـدْرِ

And how many of a bride have they adorned for her groom
And their souls have been seized on the night of decree.

وكَـمْ مِن صَحِيحٍ مَاتَ مِن غَيْرِ عِلَّةٍ *** وكَمْ مِنْ سَقِيمٍ عَاشَ حِيناً مِنَ الدَّهْرِ

And how many of a healthy one dies without an illness
And how many of an ill one has lived for a good time

فَـمَنْ عَـاشَ ألفَـاً وَألْفَيْـنِ إنَّـهُ *** لابُـدَّ مِنْ يَـومٍ يَسِـيرُ إلى القَبْرِ

So whoever lives for a thousand years or two
He must one day, make his way to his grave


the end of music

today i watched jimmy page at http://news.bbc.co.uk/2/hi/entertainment_and_arts/10287558.stm . wow, dah tua dah, rambut sume putih, dgn background lagu rock ‘n roll by led zeppelin yg aku sgt suke dulu. dulu setiap kali dgr rase semangat membara2, jantung melompat walaupun cuba nk maintain memek muka yg cool aje. setelah lama sgt x dgr balik, tiba2 dgr tadi, rasa mcm satu aura masuk dlm darah.

sama dgn perasaan dua hari lepas, bila masuk kedai top up dgr satu lagu. macam familiar je lagu ni, sedap giler, tp dah x igt, sbb dah lame sgt tak dgr. blk rumah baru teringat, tu lagu deep purple, tapi still cant remember nama lagu tu. alhamdulillah.

n this is the path that i’ve chosen then. aku tak nk patah blk, n i hope i wont, may Allah grant me strength, wpun kdg2 terlanjur, especially dgn awang thrasher dan rock ‘n roll lu punya suka bila ngantuk mlm nk exam. tp sebetulnya, banyak lg bnda berfaedah yg seorg muslim patut menyibukkan dirinya dengan perkara2 tersebut drp nasyid2 dan lagu2, walaupun yg dilabel ‘islami’.

the best music is heard in heaven. care to wait?


nisbah ahli syurga : ahli neraka

يقول الله تعالى : يا آدم ، فيقول : لبيك وسعديك ، والخير في يديك ، فيقول : أخرج بعث النار ، قال : وما بعث النار ؟ قال : من كل ألف تسعمائة وتسعة وتسعين ، فعنده يشيب الصغير ، وتضع كل ذات حمل حملها ، وترى الناس سكارى وما هم بسكارى ، ولكن عذاب الله شديد . قالوا : يا رسول الله ، وأينا ذلك الواحد ؟ قال : أبشروا ، فإن منكم رجلا ومن يأجوج ومأجوج ألفا . ثم قال : والذي نفسي بيده ، إني أرجو أن تكونوا ربع أهل الجنة . فكبرنا ، فقال : أرجو أن تكونوا ثلث أهل الجنة . فكبرنا ، فقال : أرجو أن تكونوا نصف أهل الجنة . فكبرنا ، فقال : ما أنتم في الناس إلا كالشعرة السوداء في جلد ثور أبيض ، أو كشعرة بيضاء في جلد ثور أسود الراوي: أبو سعيد الخدري المحدث: البخاري – المصدر: صحيح البخاري – الصفحة أو الرقم: 3348 خلاصة حكم المحدث: [صحيح]


beza respon nabi pada masalah akidah dan masalah jenayah

these are the references, inshaAllah i’ll write about it later.

أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ، فَقَالَ “أَجَعَلْتَنِي لِلَّهِ نِدًّا؟ بَلْ! مَا شَاءَ اللَّهُ وَحْدَهُ

أَنَّ يَهُودِيًّا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّكُمْ تُشْرِكُونَ، تَقُولُونَ مَا شَاءَ اللَّهُ وَشِئْتَ، وَتَقُولُونَ وَالْكَعْبَةِ فَأَمَرَهُمُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادُوا أَنْ يَحْلِفُوا أَنْ يَقُولُوا وَرَبِّ الْكَعْبَةِ وَأَنْ يَقُولُوا مَا شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ شِئْتَ

(رَوَاهُ النَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ)

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما خرج إلى خيبر مر بشجرة للمشركين يقال لها ذات أنواط يعلقون عليها أسلحتهم فقالوا يا رسول الله اجعل لنا  ذات أنواط كما لهم ذات أناط فقال النبي صلى الله عليه وسلم سبحان الله ، هذا كما قال قوم موسى : اجعل لنا إلها كما لهم آلهة ، والذي نفسي بيده لتركبن سنة من كان قبلكم

(سنن الترمذي, حسن صحيح)

*******

لما أتى ماعز بن مالك النبي صلى الله عليه وسلم قال له : ( لعلك  قبلت ، أو غمزت ، أو نظرت ) . قال : لا يا رسول الله ، قال : ( أنكتها ) . لا يكني ، قال : فعند ذلك أمر برجمه

(صحيح البخاري)

عن أبي سعيد : ” أن رجلا من أسلم يقال له ماعز بن مالك أتى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال إني أصبت فاحشة فأقمه عليَّ فرده النبي صلى الله عليه وسلم مراراً قال ثم سأل قومه ، فقالوا : ما نعلم به بأساً إلا أنه أصاب شيئاً يرى أنه لا يخرجه منه إلا أن يقام فيه الحد ، قال فرجع إلى النبي صلى الله عليه وسلم فأمرنا أن نرجمه ، قال فانطلقنا به إلى بقيع الغرقد قال : فما أوثقناه ولا حفرنا له قال : فرميناه بالعظم والمدر والخزف ، قال : فاشتد واشتددنا خلفه حتى أتى عرض الحرة ( مكان بالمدينة ) فانتصب لنا فرميناه بجلاميد الحرة – يعني : الحجارة – حتى سكت ( أي مات ) “

(رواية مسلم)

From Abu Sa’eed: that a man called Maa’iz ibn Maalik came to the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) and said: “I have committed adultery. Carry out (the hadd punishment) on me.” The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) ignored him several times, then he asked his people (about him). They said: “We do not know of anything wrong with him, except that he has committed some crime and he thinks that he will not be able to relieve himself of its burden unless the hadd punishment is carried out on him.”  So he went back to the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) and he commanded us to stone him. So we took him out to Baqee’ al-Gharqad and we did not tie him up or dig a hole for him. We stoned him with bones, clods and pebbles. He ran away and we ran after him until he came to ‘Arad al-Harrah (a place in Madeenah), where he stopped, and we stoned him with the rocks of the Harrah until he stopped moving (i.e., died).

رواية البخاري ( 4969) :

عن جابر : ” أن رجلاً من أسلم أتى النبي صلى الله عليه وسلم وهو في المسجد فقال إنه قد زنى فأعرض عنه فتنحى لشقه الذي أعرض فشهد على نفسه أربع شهادات فدعاه فقال : هل بك جنون ؟ هل أحصنت ؟ قال : نعم ، فأمر به أن يرجم بالمصلى فلما أذلقته الحجارة جمز حتى أدرك بالحرة فقتل ” .

وعن أبي هريرة قال : ” أتى رجل من أسلم رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو في المسجد فناداه فقال يا رسول الله إن الآخر قد زنى يعني نفسه فأعرض عنه فتنحى لشق وجهه الذي أعرض قبله فقال يا رسول الله إن الآخر قد زنى فأعرض عنه فتنحى لشق وجهه الذي أعرض قبله فقال له ذلك فأعرض عنه فتنحى له الرابعة فلما شهد على نفسه أربع شهادات دعاه فقال هل بك جنون ؟ قال : لا ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : اذهبوا به فارجموه ، وكان قد أحصن .. فلما أذلقته الحجارة جمز حتى أدركناه بالحرة فرجمناه حتى مات ” . رواه البخاري ( 4970 )

The report narrated by al-Bukhaari (4969):

It was narrated from Jaabir that a man from (the tribe of) Aslam came to the Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) when he was in the mosque and he said, “I have committed adultery.”  The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) turned his face away from him. The man came to that side to which the Prophet had turned his face, and testified against himself four times. The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said, “Are you mad? Are you married?” He said, “Yes.” So he commanded that he be stoned in the Musalla (Eid prayer place). When the stones troubled him, he ran away, until he was caught in al-Harrah and killed.

And it was narrated that Abu Hurayrah said: A man from (the tribe of Aslam) came to the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) when he was in the mosque and called him. He said, “O Messenger of Allaah, This man has committed zina,” meaning himself. [The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him)] turned his face away from him. The man came to that side to which the Prophet had turned his face, and said, “O Messenger of Allaah, this man has committed zina.” The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) turned his face to the other side, and the man came to that side, and said the same thing. When he had testified against himself four times, the Prophet called him and said, “Are you mad?” He said, “No.” The Prophet (peace and blessings of Allaah be upon him) said, “Take him away and stone him to death.” And he was married. When the stones troubled him, he ran away, but we caught up with him at al-Harrah and stoned him to death (there).”

Narrated by al-Bukhaari, 4970

لما أتى ماعز بن مالك النبي صلى الله عليه وسلم قال له : ( لعلك قبلت ، أو غمزت ، أو نظرت ) . قال : لا يا رسول الله ، قال : ( أنكتها ) . لا يكني ، قال : فعند ذلك أمر برجمه

(صحيح البخاري)

جاء الأسلمي نبي الله صلى الله عليه وسلم فشهد على نفسه أنه أصاب امرأة حراما أربع مرات كل ذلك يعرض عنه النبي صلى الله عليه وسلم فأقبل في  الخامسة فقال أنكتها قال نعم قال حتى غاب ذلك منك في ذلك منها قال نعم قال كما يغيب المرود في المكحلة والرشاء في  البئر قال نعم قال فهل تدري ما الزنا قال نعم أتيت منها حراما ما يأتي الرجل من امرأته حلالا قال فما تريد بهذا القول قال أريد أن تطهرني فأمر به فرجم فسمع النبي صلى الله عليه وسلم رجلين من أصحابه يقول أحدهما لصاحبه انظر إلى هذا الذي ستر الله عليه فلم تدعه نفسه حتى رجم رجم الكلب فسكت عنهما ثم سار ساعة حتى مر بجيفة حمار شائل برجله فقال أين فلان وفلان فقالا نحن ذان يا رسول الله قال انزلا فكلا من جيفة هذا الحمار فقالا يا نبي الله من يأكل من هذا قال فما نلتما من عرض أخيكما  آنفا أشد من أكل منه والذي نفسي بيده إنه الآن لفي  أنهار الجنة ينغمس فيها

(رواه أبو داود)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.